Filep Wamafma Ditengah Perbedaan Sudut Pandang Soal Papua

Penulis: Fren Lutruntuhluy

JAKARATA- NUSANTARA3.com – Ini adalah topik menarik di jagad raya Indonesia tentang nasib Papua dengan peran Dewan Perwakilan Daerah khususnya Pansus Papua yang menjadi tugas utamanya.

Rakyat Indonesia hari tau bahwa dipundak Putera Papua ini menumpuk begitu banyak problem Papua, mulai dari opini-opini yang menyesatkan rakyat Papua, wacana dan data-data dari lembaga riret dan LSM baik nasional dan Internasional. Misalkan saja data Amnesti Internasional, lembaga-lembaga pemerintah dan ormas Papua yang terus menumpuk. Semua informasi dan data yang diterima Filep Wamafma menjadi bahan bagaimana langkah yang harus dilakukan Pansus Papua DPD RI mendatang.

Pertemuan Senator Papua Barat, Filep Wawmafma bersama MRP Papua Barat Bahas sejumlah masalah terkait Papua Barat yang harus diperjuangkan.

Satu hal yang dilihat dari sosok Putera Papua ini adalah meskipun banyak kritik tajam yang pernah didengar langsung ataukah dari sejumlah organ tentang Papua, sosok itu sedikitpun tidak menolak itu, tetap tegar dan bersikap merangkul dalam upaya rekonsiliasi Papua ditengah berbagai perbedaan cara pandang.

Memang terbilang cukup cepat gebrakan Pansus Papua DPD RI. Baru terbentuk sebulan, pansus telah melakukan banyak langkah strategis dan mendapat dukungan dari berbagai elemen rakyat Papua, lebih khusus mahasiswa yang ia bela beberapa waktu lalu sewaktu mereka ditahan di Makobrimob.

Setidaknya, dalam catatan media ini, pertemuan pansus sudah dilakukan dengan Amnesti Internasional, Komnas HAM, Menkopolhukam, Mendagri organisasi pemuda dan mahasiswa asal Papua baik di Jakarta maupun di daerah. Selain itu, gebrakan media masa juga dilakukan ketua Pansus Papua ini hingga menjadi trand topik di media-media nasional dan internasional.

Memang berat dan sangat berat tanggungjawab Pansus Papua. Dimana-mana mendapat bisikan baik secara politik maupun tindakan praktis soal Papua. Meski demikian, filep masih tetap tenang melihat dan mencermati secara hati-hati strategi yang paling tepat untuk itu. Filep juga menyayangkan banyak orang ikut mencari untung ketika mereka mengolah kasus Papua. Namun ia berharap sinerginya mengarah pada kebaikan papua untuk NKRI.

Belum lama ini, sebagai ketua Pansus Papua ia didatangi Majelis Rakyat Papua untuk membicarakan berbagai persoalan Papua. Mulai dari hak dasar orang Papua, hak politik orang Papua, ekonomi dan monopoli kekuasaan di level politik di Papua yang menjadikan orang asli Papua tidak signifikan dalam ruang-ruang politik. Salah satu yang menjadi perbincangan serius adalah pemilihan kepala daerah serentak yang akan berlangsung 2020 nanti. Ia menerima semua itu untuk diperjuangkan kepada pemerintah.

Kepada media massa filep menekankan pentingnya hak orang papua diperhatikan secara serius oleh pemerintah. Kedaulatan atas politik, hukum kasus HAM persoalan rasisme dan ekonomi yang harus tuntas. Tidak bisa ada tawar-menawar soal masalah Papua kecuali menyelesaikannya dengan hati dan tulus ikhlas.

Filep Wamafma berharap ada sinergitas yang kuat dari seluruh elemen bangsa untuk melihat Papua kedepan lebih baik.(*)

Tinggalkan Balasan